Wednesday, January 11, 2012

waw, gigi yang hebat!


liat gambar di atas deh. apa yang ada di pikiran kalian?

kisah ini bermula di awal bulan januari. demi memperbaiki gigi (yang bersifat heterogen, yaitu ada yang gede-kecil-maju-mundur-naik-turun), akhirnya saya menginjakkan kaki di sebuah rumah sakit di daerah Bogor, tepatnya di depan ruangan sang dokter ortodentik.

menunggu giliran masuk, rasanya kayak kambing nunggu disembelih. oke, emang agak berlebihan. tapi bagi segelintir manusia yang ga biasa berurusan sama dokter gigi seperti SAYA, rasanya emang agak cenat-cenut. aw.

giliranku pun tiba.sang suster tersenyum penuh arti.

di dalem ruangan, ada tiga kursi praktek berjejer, semuanya menghadap ke arah jendela. di atas jendela itu ada ac dan tv. pertama ngeliat ini saya mikir, he, kenapa ada tv? tapi kemudian ada pikiran cerdas melintas. mungkin kalo suatu saat ada pasien ibu-ibu penggila sinetron yang mau dicabut gigi, mungkin tv bisa jadi pengalih perhatian.

dokter : "yak, saya bius dulu ya bu, buka mulutnya lebar-lebar..."
ibu : "aahh ga mau dok, ga mauuu"
dokter : "buka!"
ibu : "NGGAK!!"
dokter : *nyalain tv*
ibu : "PAK PRABUUUU!"
*cus cus cus*

saya dipanggil ke kursi paling ujung.

dokter : "yaak, kita cetak dulu ya giginyaaa" *muka berseri-seri, tapi entah kenapa terlihat sadis*
saya : "euh.. iya dok"
dokter : "tes dulu ya, ukurannya pas atau engga"
 
hal yang selanjutnya terjadi adalah sang dokter menyelipkan sebuah alat pencetak gigi yang ukurannya lumayan gede. secara paksa. saya sendiri belum pernah mengeksploitasi mulut sejauh ini.

dokter : *ngelepas alat* "oke, pas yaa"
saya : "hh dok, ga ada yang lebih kecil lagi ya cetakannya?"
dokter : "ga ada, ini udah yang paling kecil, ukurannya S"

jadi ada ukurannya toh?? S, M, L, XL, XXL? lucu sekali kawan, cetakan gigi itu ternyata imut kayak baju. harus dicoba dulu lagi. ga kebayang kalo ukuran cetakannya All size.

setelah (dirasa) cukup, kejadian pemasukan jelly cetakan terlihat seperti ini:

ini dari internet yaa


kebetulan warna yang digunakan oleh si dokter adalah warna.....pink.
pas penarikan cetakan dari rahang atas, mama bercakap-cakap dengan sang dokter:

mama : "dok, kalo cetakannya nempel terus gimana dok? misalnya dokter lupa ngangkat gitu terus jadi keras di dalem"
dokter : "oh, ngga mungkin bu, ini bentuknya jelly kok jadi elastis ga nempel" *sambil nyabut*
mama : "oh gitu ya dok, kirain cetakannya bisa nempel terus di mulut gitu hahaha"
dokter : "ngga bu hahaha" *masih (berusaha) nyabut*

kok aneh, rasanya ga kayak rahang bawah tadi yang diambilnya mulus, cepat, dan lancar.
setiap kali sang dokter menggoyang cetakannya, rasanya seluruh gigi rahang atas ikut bergoyang. manfus. ikut bergoyang men. seolah sang dokter memang ingin mencabut rahang atas saya. serem aja kalo ternyata cetakan berhasil diambil, sekaligus seluruh gigi rahang atas saya.
untungnya hal itu ga terjadi, emang ngilu sedikit tapi ga ada gigi yang nancep di situ.

dokter : "nah cetaknya udah, silakan bisa jalan-jalan dulu, ke kantin, ngukur luas rumah sakit (ngapain jugaa??), nanti jam 12 ke sini lagi untuk cabut gigi ya..."

to be continued

No comments:

Post a Comment