Saturday, April 28, 2012

waw, gigi yang hebat! (2)

setelah muter-muter (tapi ga ngitung luas taman rumah sakit sesuai petunjuk bu doktel), liat-liat bangsal rumah sakit, dan mengisi perut sebelum dijagal, akhirnya saya kembali ke depan ruangan penjagalan.

"nona lintang!" kepala suster nongol dari pintu yang terbuka. kepala? eh, maksudnya badannya ada, cuma ga keliatan karena kehalang pintu yang emang cuma dibuka setengah.

dag dig dug belalang kuncup.
terakhir kali cabut gigi di dokter.....waktu SD. dan membuat kenangan yang memalukan, yaitu tetep teriak-teriak histeris padahal giginya udah dicabut dari tadi. ga sadar bro... *failed

dokter dan mama melanjutkan pembicaraan. perasaan saya? kayak ikan mas di pasar yang ikut dengerin obrolan antara si penjual dan calon pembeli. "ini enaknya diapain ya mas, pepes atau fillet ikan?" "diapain aja enak bu yang penting dagingnya tebel nih, seger!"
sebenernya saya juga ga tau kenapa perumpamaannya harus ikan mas.

lanjut, setelah duduk di kursi panas, dokter dan asistennya kasak-kusuk di belakang, keliatan sibuk mempersiapkan peralatan.

"yaa, buka mulutnyaaa..." *senyum mencurigakan*
pasrahlah. ya Allah, ampunilah dosa-dosa saya.

CUS!
 .
.
.
.
.
.
.
tahan napas. jangan buka mata. cobalah tetap terlihat cool.
yang ada di bayangan saya, gigi saya akan berubah. ya, berubah! dari yang kayak begini :




jadi kayak begini:

dan itu membutuhkan proses seperti ini:


ya kawan, hidup ini memang pilihan. beauty is pain...

No comments:

Post a Comment